suara banua news – KUALA KAPUAS, Komisi III DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) kunjungi Dinas Pertanian Kabupaten Kuala Kapuas Kalimantan Tengah, dalam rangka studi komparatif terhadap kebijakan SIPET KALOKA, sebuah inovasi yang digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kuala Kapuas untuk meningkatkan produksi padi.
KUNJUNGAN anggota DPRD Batola ini, menunjukkan antusiasme dan komitmen para wakil rakyat tersebut untuk mempelajari kebijakan yang telah berhasil diterapkan di Kabupaten Kuala Kapuas.
Selama kunjungan, pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Batola menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi SIPET KALOKA.
Kebijakan ini dinilai efektif dalam meningkatkan produksi padi dengan tetap mengedepankan aspek sosial dan budaya bercocok tanam yang khas di Kabupaten Kuala Kapuas.
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Dengan adanya kesamaan budaya, tipologi lahan, dan kebiasaan petani antara Kabupaten Batola dan Kabupaten Kuala Kapuas, diharapkan kebijakan ini dapat diadopsi dan diimplementasikan di Batola.
Keinginan ini, disambut baik Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuala Kapuas Yaya, beserta jajaran dengan menyambut langsung rombongan dari Batola ini.
Dalam sambutannya, Yaya menjelaskan bahwa SIPET KALOKA tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pelestarian budaya dan kearifan lokal dalam bercocok tanam.
Ia berharap kolaborasi antara kedua kabupaten dapat memperkuat sektor pertanian di Kalimantan, khususnya dalam menghadapi tantangan global di bidang pangan.
Kabupaten Batola, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kalimantan Selatan, diharapkan dapat mengambil manfaat dari kebijakan ini untuk semakin meningkatkan produktivitas pertaniannya.
Studi komparatif ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun sinergi antar-daerah untuk mencapai ketahanan pangan.
Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman, diharapkan inovasi seperti SIPET KALOKA dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.
“Kolaborasi semacam ini tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga mempererat hubungan antar-wilayah dalam upaya bersama mewujudkan kemandirian pangan nasional,” kata Yaya. ***


















