sbn-MANDASTANA, Banjir masih terus merendam Desa Antasan Segera, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.
BERDASARKAN laporan sementara Pemerintah Desa, kondisi banjir yang mulai terjadi sejak 27 Desember tahun lalu telah berdampak pada ratusan rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat hingga kini.
Data yang dihimpun dari Ketua RT 01 hingga RT 06, Linmas, serta masyarakat setempat mencatat sebanyak 210 rumah terdampak, yang mencakup 250 kepala keluarga (KK) dengan total 751 jiwa.
Angka tersebut terdiri dari 60 balita dan 5 ibu hamil.
Ketinggian air di dalam rumah warga rata-rata mencapai 24 cm, dengan titik terendah sekitar 10 cm dan tertinggi hingga 73 cm.
Selain permukiman, hampir seluruh ruas jalan desa juga terendam, dengan panjang genangan mencapai sekitar 12.000 meter dan ruas jalan yang tidak terendam kurang dari 80 meter.
Sekretaris Desa Antasan Segera, Muhammad Alfani, menyampaikan bahwa ketinggian air di jalan desa rata-rata mencapai 50 cm, bahkan di beberapa titik mencapai 98 cm.
“Akibat kondisi tersebut, akses keluar masuk desa menggunakan sepeda motor menjadi sangat sulit dan aktivitas masyarakat terganggu secara signifikan,” jelasnya.
Sebanyak 20 KK atau 58 jiwa yang berada di kawasan transmigrasi dalam kondisi sangat terisolasi.
Akses menuju lokasi tersebut hanya dapat ditempuh menggunakan perahu karena jalur darat belum dapat dilalui.
“Untuk memudahkan aktivitas warga, sangat diperlukan bantuan berupa perahu, mengingat akses darat masih belum bisa digunakan,” Sambungnya.
Hingga saat ini, perekonomian warga masih lumpuh dan aktivitas belum berjalan normal karena akses jalan dan rumah warga masih terendam.
Warga terdampak juga masih memerlukan bantuan sembako serta kebutuhan balita, mengingat debit air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.***
ahim sbn


















