sbn- TABUNGANEN, Tiga desa di Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Batola, yakni Tanggul Rejo, Beringin Kencana, dan Kuala Lupak, masih menghadapi kesulitan akses darat akibat kondisi jalan yang rusak parah dan sempit.

JALAN penghubung tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan beroda empat hampir mustahil untuk melintas.


Kondisi jalan yang memprihatinkan ini telah menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menuju kantor kecamatan hingga ke ibu kota kabupaten.

Tak bisa menunggu lebih lama, ratusan warga Desa Beringin Kencana bekerja sama dengan pemerintah desa melakukan perbaikan jalan secara swadaya, Jumat (16/1/2026).

Perbaikan swadaya dilakukan sepanjang kurang lebih 5 kilometer pada ruas jalan yang menghubungkan ketiga desa di Tabunganen dengan Desa Kuanda di Kecamatan Tamban, tepatnya di wilayah RT 10 dan RT 11 Desa Beringin Kencana.

Menurut Kepala Desa Beringin Kencana, Murtoyo, jalan yang merupakan milik pemerintah kabupaten ini sudah sekitar satu setengah dekade tidak pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

“Kami sudah berkali-kali mengajukan usulan melalui Musrenbang kecamatan, tapi hingga kini belum ada tanggapan yang jelas,” jelasnya.

Ketua RT 10, Jumain, mengungkapkan bahwa pada musim hujan, kondisi jalan menjadi lebih buruk bahkan terkadang tergenang air sehingga warga harus beralih menggunakan transportasi air dengan perahu.

“Ini sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak yang harus sekolah dan ibu rumah tangga yang perlu membeli kebutuhan sehari-hari,” sambungnya.

Ketua RT 11, Fahmi, berharap langkah gotong royong ini dapat menarik perhatian pihak berwenang.

“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan ini secara permanen, karena hal ini sangat berpengaruh pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan kami semua,” lanjutnya.***
ahim sbn