sbn- BATOLA, Sebuah insiden mengejutkan melanda Pasar Kuliner Ramadan Baiman di bawah Jembatan Barito, Batola, sore Minggu.

SEKITAR pukul 16.30 Wita, saat suasana mulai ramai oleh pembeli yang menunggu waktu berbuka, angin kencang tiba-tiba menerpa diikuti hujan deras, mengubah pemandangan ceria menjadi kekacauan.


Para saksi mata dan pedagang menceritakan bagaimana cuaca cerah mendadak berbalik drastis.

Angin yang berhembus kencang membuat belasan tenda pedagang terangkat dan roboh, bahkan ada yang beterbangan.

Meja, kursi, serta berbagai perlengkapan dagangan berhamburan. Makanan dan minuman yang sudah disiapkan untuk berbuka puasa tak luput dari sapuan angin dan guyuran hujan, banyak yang rusak dan tak bisa dijual.

“Kami panik sekali. Semua terjadi begitu cepat. Dagangan kami banyak yang rusak, padahal sebentar lagi mau buka,” keluh salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Pengunjung pun berlarian mencari perlindungan, meninggalkan suasana pasar yang porak-poranda.

Meskipun demikian, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, Sirpan, mengkonfirmasi bahwa tidak ada korban cedera serius dalam kejadian ini.
.
“Alhamdulillah, tidak ada korban cedera. Mayoritas tenda yang roboh adalah tenda kerucut dari sponsor,” jelas Sirpan.

Menyikapi insiden ini, pihak Disporbudpar Batola berjanji akan segera mengambil tindakan.

“Kami akan memperbaiki tenda-tenda yang rusak secepatnya. Yang lebih penting, kami akan mengevaluasi kekuatan dan sistem pengamanan tenda-tenda ini agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Sirpan.

Hal ini menjadi krusial mengingat Pasar Kuliner Ramadan Baiman masih akan beroperasi hingga 15 Maret 2026, dengan melibatkan 73 pedagang dari pelaku ekonomi kreatif umum serta BUMDes di Batola.

Ironisnya, di tengah kondisi ini, Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Batola sebenarnya telah merencanakan acara buka puasa bersama di lokasi tersebut.

Meskipun beberapa tenda rusak, acara tetap akan dilangsungkan di area yang masih memungkinkan.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem, terutama di area publik yang ramai, demi kenyamanan dan keamanan para pedagang maupun pengunjung.***