sbn-BANJARMASIN,Pemerintah Kota Banjarmasin akhirnya mengungkap penyebab pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat, setelah berkoordinasi langsung dengan PT PLN (Persero).

WALIKOTA Banjarmasin H. M. Yamin HR memastikan gangguan tersebut bukan akibat krisis pasokan batu bara, melainkan murni kendala teknis pada sistem pembangkit listrik interkoneksi Kalimantan.


Penjelasan PLN sekaligus meluruskan berbagai informasi simpang siur yang beredar.

Gangguan terjadi pada sejumlah unit pembangkit besar dalam sistem interkoneksi, sehingga kemampuan penyaluran daya menurun drastis.

Pemadaman bergilir dilakukan terpaksa untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah pemadaman total yang dampaknya jauh lebih luas.

Berdasarkan keterangan PLN dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD Kalsel, gangguan menimpa 11 pembangkit secara bergantian, di antaranya PT Indonesia Energi Dinamika, PT SKS Listrik Kalimantan, dan PT Cahaya Banjar Kaltim.

Proses perbaikan terus berjalan dengan target selesai akhir September 2026. Mulai Jumat (3/7/2026), sistem ditetapkan status siaga untuk mengurangi potensi pemadaman.

Wali Kota Yamin meminta PLN mempercepat pemulihan demi mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, dan usaha.

Dia juga mengimbau warga hemat energi serta waspada korsleting saat listrik kembali menyala.

Pemerintah Kota akan terus mengawal proses perbaikan, sementara DPRD mendesak evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak terulang.***