sbn-MARTAPURA, Keberhasilan Kota Banjarbaru meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas Rp300 miliar menjadi bahan renungan sekaligus dorongan bagi Kabupaten Banjar untuk menggenjot pendapatan daerah.

DALAM rapat Badan Anggaran DPRD Kabupaten Banjar bersama sejumlah perangkat daerah di Ruang Paripurna DPRD, Selasa (13/10/2026), anggota legislatif menilai Kabupaten Banjar memiliki modal yang lebih besar untuk meraih capaian yang lebih tinggi.


Dengan wilayah yang lebih luas dan jumlah penduduk lebih banyak dibandingkan Banjarbaru, Kabupaten Banjar dinilai seharusnya mampu melampaui pencapaian daerah tetangga tersebut.

Selama ini Banjarbaru mengandalkan sektor jasa, pajak, dan retribusi daerah sebagai sumber utama PAD.

Anggota DPRD Irwan menyoroti sejumlah potensi pendapatan yang belum digarap secara maksimal di Kabupaten Banjar, mulai dari retribusi kawasan lesehan Bincau hingga usaha rumah makan.

Dia menekankan bahwa peningkatan PAD bukan sekadar mengejar angka, melainkan memperkuat kemampuan daerah membiayai pembangunan, layanan kesehatan, pendidikan, serta program sosial dan budaya.

Untuk mewujudkan target PAD sebesar Rp 400 miliar pada tahun anggaran mendatang, DPRD berencana membentuk panitia khusus optimalisasi PAD setelah penataan struktur organisasi pemerintah daerah selesai.

Nantinya panitia tersebut akan mengevaluasi kinerja SKPD, BUMD, dan mitra kerja seperti PT Baramarta, Perumda Pasar Bauntung Batuah, PT PDM, BPR, serta Bank Kalsel.

DPRD berharap seluruh pihak dapat bekerja lebih optimal agar target tersebut dapat dicapai melalui langkah‑langkah yang nyata dan terukur.***