sbn-BARITO KUALA, Kepulan asap tebal di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, bukan hanya menyulut api di permukaan tanah, tetapi juga merenggut satu nyawa pengabdi tanpa pamrih.
NURDIN (52), seorang relawan pemadam kebakaran, berpuluh saat bertugas di lokasi kebakaran pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026.
Di tengah kesedihan yang melanda rekan-rekan relawan, anggota Satlantas Polres Batola tetap berdiri di pinggir Jalan Trans Kalimantan, mengatur arus kendaraan agar jalur evakuasi dan pengantaran jenazah tetap lancar dan terhormat.
Saat-saat terakhir Nurdin di lokasi kebakaran dikenang rekannya, Iskandar. Di tengah terik dan asap yang nyaris tak terlihat, Nurdin masih berusaha melakukan tugasnya.
Namun tubuhnya tak sanggup lagi melawan paparan asap yang begitu pekat.
“Beliau mengeluhkan sakit dada. Asap di belakang Kantor Kecamatan begitu tebal, kami pun tak menyangka ini yang terakhir kalinya,” jelas Iskandar dengan suara bergetar.
Kepanikan sempat terjadi saat Nurdin dilarikan ke Klinik Setara Handil Bakti. Tim medis telah berjuang sekuat tenaga, namun takdir berkata lain.
“Saat tiba, tanda kehidupan sudah tidak ada. Kami tetap berupaya maksimal sesuai prosedur, namun hasilnya tetap sama,” kata dr. Amalia Dewi, Kepala Klinik Setara Handil Bakti, dengan nada haru.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga soal keselamatan kerja di tengah bahaya karhutla. dr. Amalia menegaskan pentingnya perlindungan diri yang tepat.
“Masker biasa tak cukup menahan asap berbahaya. Gunakan N95 agar napas tetap terjaga saat bertugas.”
Meski duka mendalam masih terasa, semangat memadamkan api tak surut. Relawan dari Batola hingga Banjarmasin terus berjuang, didukung operasi pengeboman air dari udara.
![]()
Nurdin telah pergi, namun semangatnya tetap menjadi inspirasi: bahwa di balik setiap langkah memadamkan api, ada nyawa yang dipertaruhkan demi keselamatan orang banyak.
Jenazah Nurdin kini berada di rumah duka di Jalan Padat Karya, Kompleks Kayu Bulan, Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Selamat jalan, pahlawan kita. Pengabdianmu tak akan dilupakan.***


















