sbn-MARABAHAN, Generasi muda menjadi pusat perhatian pemerintah Kabupaten Barito Kuala lewat penyusunan Rencana Aksi Daerah Pelayanan Kepemudaan 2026‑2029. Sosialisasi dokumen penting ini digelar di Aula Bahalap pada Kamis (15/10/2026).
DIBUKA oleh Joko Sumitro selaku perwakilan Bupati, kegiatan ini mempertemukan organisasi pemuda, instansi daerah, dan narasumber dari tingkat provinsi untuk merancang program yang benar‑benar dibutuhkan kaum muda Batola.
Penyusunan RAD tidak dibuat sembarang, karena disusun dengan landasan hukum yang jelas dan data Indeks Pembangunan Pemuda Kalsel.
Dengan capaian IPP tahun 2024 yang masih perlu ditingkatkan, dokumen RAD diharapkan menjadi peta jalan agar berbagai program kepemudaan tidak berjalan sendiri‑sendiri.
Koordinasi antar‑instansi yang lebih erat akan membuka ruang lebih luas bagi pemuda Batola untuk berperan aktif membangun daerah.
Ketua panitia Gazali Rahman menjelaskan penyusunan dokumen ini mengacu pada Undang‑Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2022, dan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 2 Tahun 2023.
Dia menambahkan, data Indeks Pembangunan Pemuda Kalsel tahun 2024 sebesar 56,67 persen dan menempati peringkat ke‑23 dari 34 provinsi se‑Indonesia.
Melalui RAD yang baru, Pemkab Batola ingin membangun sinergi lintas bidang agar program kepemudaan lebih terarah dan berbasis data.
Target akhirnya adalah peningkatan kualitas layanan pemuda serta penguatan kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah.***


















