suara banua news – MARTAPURA, Ada yang menarik dalam sambutan Bupati Kabupaten Banjar H. Saidi Mansyur dalam acara Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Guru Penggerak Angkatan 9 yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.

SAIDI Mansyur menyinggung soal penilaian guru penggerak yang di nilai oleh kepala sekolahnya masing masing.


Dalam hal ini bupati berharap, para guru penggerak bisa menerima hasil penilaian yang diberikan oleh kepala sekolahnya. Apapun hasil penilainnya.

“Semoga tidak ada masalah dalam penilaian. Mudah- mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ulun (saya). Ada jajaran yang tidak menerima ketika diberi penilaian. Ujungnya sedikit-sedikit PTUN. Kalau begitu, ngalih am (sulit),” ujar Saidi Mansyur.

Secara tersurat, pesan yang disampaikan bupati tersebut bisa dimaknai soal penilaian buruk yang diberikannya terhadap kinerja Setda Mokhamad Hilman, yang berujung gugatan PTUN.

Barangkali hal ini yang ingin disampaikan bupati kepada 65 para calon guru penggerak angkatan 9 yang kini masih menunggu pengumuman kelulusan dan hasil penilaian dan para guru penggerak bisa menerima penilaian apapun hasilnya.

Festival panen hasil belajar ini merupakan ajang pameran bagi 65 para calon guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Banjar untuk menunjukkan apa yang didapatkan saat menjalani pendidikan selama enam bulan.

Berbagai macam praktek dan inovasi dari guru penggerak membuat jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar bangga. Kebanggaan itu langsung diungkapkan oleh Saidi Mansyur saat memberikan sambutan.


“Kami bangga sekali di Kabupaten Banjar ini bisa mencetak guru penggerak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Banjar,” katanya.

Di samping itu, ia juga menegaskan agar para guru penggerak tidak hanya fokus terhadap jenjang karir mereka.

“Melainkan fokus untuk menjadi garda terdepan menggerakkan pendidikan di wilayah kita,” lanjut Saidi.***
nr sbn