sbn- MADIUN, Komitmen mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun.

PETUGAS menggelar razia rutin di sejumlah kamar hunian warga binaan sebagai langkah nyata memperkuat pengamanan internal dan mencegah masuknya barang-barang terlarang, Senin (26/1/2026)


Razia menyasar Blok Brawijaya Atas kamar 11 hingga 17 serta kamar Admisi Orientasi 1, 2, dan 4.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Septyawan Kuspriyo Pratomo, didampingi Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Hilman Hilmawan, Kasubsi Keamanan Renaldy Caesar A.P., serta jajaran KPLP, Kamtib, regu pengamanan, dan CPNS.

Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta menghormati hak-hak warga binaan, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan aturan.

Septyawan menegaskan bahwa razia rutin merupakan bagian penting dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

“Razia ini merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi Lapas tetap aman dan kondusif, sekaligus sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan narkoba maupun telepon genggam di seluruh kamar hunian.

Namun, sejumlah barang yang berpotensi disalahgunakan berhasil diamankan, antara lain empat stop kontak rakitan, satu besi pemanas rakitan, empat sendok stainless, tiga korek gas, enam pencukur kumis, empat senjata tajam rakitan, satu gunting, dua kipas angin, satu kartu remi, serta satu gulungan tali.

Seluruh barang temuan telah didata, diinventarisir, dan diamankan untuk kemudian dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Pemuda Madiun Wahyu Susetyo menegaskan bahwa razia akan terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bentuk pengawasan dan penegakan disiplin.

“Kami berkomitmen melaksanakan razia rutin guna menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Melalui razia berkala, Lapas Pemuda Madiun tidak hanya meminimalkan potensi pelanggaran, tetapi juga menumbuhkan kesadaran warga binaan untuk patuh terhadap aturan, demi terciptanya iklim Pemasyarakatan yang aman dan berintegritas.***
ferdi sbn