sbn- BANJARBARU, Setiap pagi hingga malam hari, Jalan Trikora menjadi saksi bisu kemacetan yang tak kunjung usai. Penyebabnya?
RIBUAN truk yang berantrian untuk mengisi bahan bakar solar di SPBKB 20.3.2.005, yang tidak hanya menempati area yang disediakan tetapi juga merambah ke bahu dan badan jalan utama.
Meskipun kondisi ini sudah berlangsung berbulan-bulan, warga mengaku tidak melihat adanya langkah konkret dari Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru maupun Satlantas Polres Banjarbaru.
Akibatnya, arus lalu lintas terganggu parah, membuat aktivitas sehari-hari masyarakat terhambat.
“Kita harus menghabiskan waktu dua hingga tiga kali lipat lebih lama untuk lewat sini”
“Padahal aparat jelas melihat kondisi ini setiap hari, tapi tidak ada yang dilakukan,” kata Fauzi, seorang pengguna jalan yang sering melintas jalan tersebut.
Samsul, seorang sopir angkutan kota, menambahkan keluhan tentang dampak yang dirasakan:
“Banyak penumpang yang mengeluh karena telat kerja atau sekolah. Padahal jalan ini adalah akses utama ke beberapa wilayah penting di Banjarbaru. Mengapa truk yang jelas bukan angkutan umum bisa mendominasi jalan raya seperti ini?”
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, ternyata antrian truk tersebut tidak hanya mengganggu lalu lintas.
![]()
Beberapa sumber mengungkapkan bahwa ada biaya parkir yang dikenakan antara Rp80.000 hingga Rp150.000 per truk, dan sebagian besar kendaraan yang berantrian adalah truk lansiran yang tidak berhak menerima subsidi solar pemerintah.
Warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas, mulai dari menertibkan parkir liar hingga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelayakan kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi bahan bakar.***


















