suara banua news -BANJARMASIN, Suasana menarik mewarnai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 H di Masjid Jami Sungai Jingah, Banjarmasin.
USAI sholat, terdengar lantunan suara bedug yang dipukul oleh salah satu petugas masjid. Tradisi yang kian langka ini menjadi momen spesial bagi jemaah yang hadir.
Memukul bedug setelah sholat Idul Adha merupakan tradisi yang jarang ditemui, bahkan hanya beberapa masjid di Kalimantan Selatan yang masih melestarikannya.
Biasanya, bedug dibunyikan sebelum azan Jumat sebagai penanda waktu sholat.
Penggunaan bedug sebagai penanda waktu sholat, terutama sebelum adanya pengeras suara, merupakan bagian penting dari sejarah masjid di Asia Tenggara.
Suara bedug yang nyaring berfungsi sebagai alat komunikasi penting untuk mengingatkan waktu sholat dan merayakan momen keagamaan.
Masjid Jami Sungai Jingah, dengan sejarah panjangnya, masih mempertahankan tradisi ini.
Keberadaan bedug di masjid, yang dulunya berfungsi sebagai pengganti adzan sebelum adanya teknologi pengeras suara, kini menjadi simbol pelestarian budaya dan sejarah keagamaan di Banjarmasin.
Semoga tradisi ini dapat terus dilestarikan di masjid-masjid tua lainnya di Kalimantan Selatan.***
etoi sbn


















