sbn-MARTAPURA, Kasus keracunan massal menimpa ratusan siswa di sejumlah sekolah di Martapura, Kabupaten Banjar, hingga Jumat (10/10/2025) sore, tercatat 125 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
MENYIKAPI kejadian ini, Komandan Kodim 1006/Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, langsung turun tangan melakukan pengecekan ke Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di Desa Tungkaran, Martapura, yang menjadi penyedia makanan untuk program MBG.
“Kami berkomitmen untuk menginvestigasi dan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin,” tegas Letkol Inf Bambang saat meninjau dapur SPPG.
Dalam kunjungannya, Dandim didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Mereka memeriksa kondisi dapur, bahan makanan, serta proses pengolahan dan pengemasan.
“Hasil sementara menunjukkan ada beberapa catatan penting terkait sanitasi dan sirkulasi udara di ruang pengemasan. Kami merekomendasikan pemasangan exhaust atau blower,” jelas Dandim.
Selain itu, sampel air dan makanan juga telah diambil untuk diuji laboratorium oleh BPOM dan Dinas Kesehatan.
Pihak Kodim juga menyoroti penggunaan air sumur dalam proses produksi makanan, yang harus memenuhi standar kesehatan.
![]()
Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, membenarkan peningkatan jumlah korban keracunan. Pihak kepolisian juga telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait berjanji akan terus mengawal program MBG agar berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya para siswa.***


















