sbn-MARTAPURA, Ribuan warga Kabupaten Banjar memadati Alun-Alun Ratu Zalecha pada malam Rabu (4/3/2026) untuk menyaksikan puncak acara Festival Becatuk Dauh tahun 2026.

ACARA yang telah menjadi agenda tahunan sejak 2018 ini menghadirkan 9 grup terbaik yang lolos dari babak penyisihan dengan 21 peserta pada awal Februari lalu.


Para finalis berlaga dalam 9 kategori penghargaan, mulai dari Juara 1 hingga 3, Harapan 1 hingga 3, serta kategori khusus Juara Favorit, Juara Pelestari, dan Juara Busana Terbaik.

Tampilan mereka yang penuh semangat dengan variasi intonasi dan improvisasi membuat penonton tidak henti memberikan tepuk tangan dan sorakan.

Kegiatan resmi dibuka dengan aksi pemukulan bedug bersama oleh Wakil Bupati Banjar Said Idrus, unsur Forkopimda, serta pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Wabup menekankan pentingnya melestarikan tradisi dauh yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Banjar.

“Becatuk Dauh bukan sekadar permainan alat musik, melainkan warisan leluhur yang dulu menjadi penanda waktu ibadah dan penghubung antarwarga”

“Kita harus memastikan generasi mendatang tidak hanya melihatnya sebagai benda pajangan, tetapi memahami nilai dan maknanya,” jelasnya.

Kepala Disbudporapar H Irwan Jaya menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari program pengembangan kebudayaan yang telah direncanakan dalam kalender kegiatan dinas tahun ini.

“Kami berkomitmen untuk terus menyelenggarakan acara ini sebagai bentuk upaya menjaga identitas budaya Banjar,” katanya.

Bahkan, untuk tahun depan, pihaknya berencana untuk meningkatkan skala kegiatan menjadi tingkat Banjarbakula atau bahkan provinsi, dengan harapan dapat melibatkan lebih banyak masyarakat dan memperluas jangkauan edukasi tentang tradisi dauh.***