sbn-BANJARBARU, Misteri kematian tragis HN (25), seorang ustadzah pengajar di Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah Martapura, mulai menemui titik terang.
DUA pria yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan ini dikabarkan telah berhasil diamankan oleh jajaran Polres Banjarbaru, Jumat (1/5/2026).
Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan intensif pasca ditemukannya jasad korban di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih memproses informasi dan belum memberikan keterangan resmi terkait identitas serta motif kedua tersangka tersebut.
Sebelumnya, kasus ini mengejutkan masyarakat karena kondisi korban yang ditemukan dengan tanda kekerasan yang mengerikan.
Hasil autopsi di RS Ulin Banjarmasin menunjukkan korban mengalami patah pada tengkuk, rahang bawah, trauma tumpul di kepala, serta luka parah lainnya di tubuh.
Informasi juga mengungkap bahwa korban sebenarnya tinggal sangat dekat dengan lokasi kejadian, hanya sekitar 200 meter.
Korban diketahui sudah pindah ke lokasi tersebut sejak sepuluh tahun lalu dan tinggal bersebelahan dengan rumah neneknya.
Rekan kerja korban menceritakan bahwa HN adalah sosok yang baik hati dan tidak pernah terlihat memiliki masalah.
Kehilangan korban baru disadari ketika ia tidak hadir mengajar dan bekerja selama dua hari berturut-turut tanpa kabar, yang merupakan hal tidak biasa dilakukan korban.
![]()
“Beliau orangnya baik dan tidak pernah cerita punya masalah,” kata salah satu rekan pengajar.
Jenazah korban kini sudah dimakamkan setelah melalui proses identifikasi dan autopsi, sementara keluarga dan masyarakat berharap hukum dapat berjalan cepat dan adil.***
















