sbn-ALUH-ALUH, Penantian panjang masyarakat Desa Mekarsari (Kecamatan Tatah Makmur) dan Desa Handil Bujur (Kecamatan Aluh Aluh) akhirnya terjawab.

PEMERINTAH Kabupaten Banjar mewujudkan pengaspalan jalan poros sepanjang 3,4 kilometer yang menghubungkan kedua desa, mengakhiri isolasi yang berlangsung puluhan tahun.


Dahulu wilayah ini sama sekali tak memiliki akses darat, warga bergantung sepenuhnya pada perahu menyusuri sungai.

Jalur darat yang ada pun sempit, rusak, dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Kini jalur tersebut telah dilebarkan, dipadatkan dengan batu gunung, dan ditutup aspal mulus, mengubah wajah konektivitas kawasan yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin ini.

“Sekarang bisa lewat mobil! Dulu kalau lebaran harus naik perahu berjam-jam,” jelas Norhayati, warga yang kerap berkunjung ke Handil Bujur.

Eddy, warga setempat, mengaku seolah bermimpi: “Dulu jalan tanah becek, motor sering amblas. Sekarang bawa hasil bumi ke pasar jauh lebih cepat dan mudah.”

Rahmah menambahkan, anak-anak sekolah tak lagi pulang dengan baju penuh lumpur.

“Terima kasih pemerintah, harapan kami akhirnya terwujud.”

Pambakal Handil Bujur, Ahmadi, menyambut gembira proyek ini. Jalan ini bukan sekadar aspal, melainkan urat nadi perekonomian, pendidikan, dan kesehatan.

“Dulu saat ada warga sakit atau melahirkan malam hari, kami kesulitan sekali menolongnya. Kini perjalanan antar-kecamatan cukup hitungan menit, aman dan nyaman,” ungkapnya.

Karena Desa Mekarsari berbatasan langsung dengan Banjarmasin, akses ini membuat warga lebih cepat menuju ibu kota provinsi dibanding ke pusat pemerintahan kabupaten di Martapura.

Pengaspalan ini diharapkan mendongkrak perekonomian desa, memperlancar mobilitas warga, serta membuka peluang kemajuan berkelanjutan di kawasan yang selama ini terabaikan.***