suara banua news – BATOLA, Sebuah jembatan berbahan kayu ulin dengan panjang kurang lebih 80 meter dan lebar 3 meter, di Desa Tangguh Rejo Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Batola, kondisinya memprihatinkan.

JEMBATAN berumur 30 tahun dan menghubungkan Desa Tanggul Rejo dan desa disekitarnya ini sudah 4 tahun terakhir ini mengalami kerusakan cukup parah, karena termakan usia.


Bagian jembatan yang mengalami kerusakan itu seperti pada bagian lantai, yang bolong dan patah karena lapuk.

Suparmin, dalah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, jembatan ini sangat penting untuk warga. Mengingat jembatan ini akses satu satunya yang paling dekat menghubungkan desa sekitarnya.

Kepala.Desa Tanggul Rejo Amberi, menjelaskan jembatan ulin yang kondisinya rusak tersebut merupakan aset pemerintah kabupaten, sehingga tidak bisa perbaikannya menggunakan dana desa.

Sementara ini perbaikan secara swadaya bersama warganya sudah sering dilakukan, agar kondisi jembatan bisa di lintasi. Itupun hanya untuk pejalan kaki dan sepeda motor.

” Untuk usulan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Batola, hampir tiap tahun dilakukan, terutama pada musrembang Kecamatan Tabunganen,” jelasnya Amberi, Kamis (4/6/2020).

Bahkan sejak dirinya menjabat Kepala Desa hingga sekarang, usulan tersebut tak pernah terealisasi dan jembatan berpotensi ambruk,” timpalnya.***
iberahim sbn