sbn- BATOLA, Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Barito Kuala (Batola) sepanjang 2025 tercatat relatif kondusif, meskipun catatan akhir tahun Polres Batola diwarnai tiga kasus pembunuhan menonjol yang sempat menarik perhatian publik.
KETIGA kasus tersebut terjadi di Desa Tinggiran II Luar (Kecamatan Tamban), Desa Tabunganen Tengah (Kecamatan Tabunganen), dan Desa Sungai Bamban (Kecamatan Rantau Badauh).
Kapolres Batola AKBP Anib Bastian menegaskan dalam press release akhir tahun pada Rabu (31/12/2025) bahwa seluruh kasus pembunuhan telah berhasil diungkap, hasil kerja keras personel Satreskrim dan dukungan masyarakat.
Secara umum, tren kriminalitas menunjukkan penurunan. Kejahatan konvensional tercatat 141 laporan dengan 79 kasus diselesaikan, turun dari 188 laporan tahun 2024.
Kejahatan transnasional mencatat 89 laporan dengan 59 kasus dituntaskan, sedangkan kejahatan terhadap kekayaan negara sedikit meningkat menjadi 9 kasus, dengan 6 di antaranya diselesaikan.
Anib menjelaskan, penurunan kriminalitas terkait dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan langkah pencegahan dini.
Di bidang narkotika, Polres Batola menangani 75 kasus dengan 53 diungkap, turun dari 80 kasus 2024. Disita sabu (229,78 gram), carisoprodol (4.820 butir), ekstasi (23 butir), serta barang bukti uang tunai Rp27,6 juta, kendaraan, dan telepon seluler.
Perkiraan 1.150 jiwa diselamatkan dari bahaya narkotika, dengan penanganan melibatkan berbagai satuan polisi.
Namun, di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan meningkat menjadi 56 kasus dari 43 kasus 2024.
![]()
Namun, korban meninggal dunia turun dari 38 menjadi 22 orang, korban luka berat nihil, dan luka ringan meningkat menjadi 58 orang. Kerugian materiil mencapai Rp195,6 juta.
Menutup tahun, Anib mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif melaporkan gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110. Press release dihadiri oleh pejabat polisi terkait.***
ahim sbn


















