sbn-MARTAPURA, Lebih dari 100 peserta Lomba Video Konten Literasi Kabupaten Banjar mengikuti pembekalan konten kreatif yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar, Selasa pagi di aula kantor Dispersip.

KEGIATAN ini bertujuan mempersiapkan peserta menghasilkan karya berkualitas tinggi yang layak bersaing hingga tingkat nasional.


Kepala Dispersip Banjar, Kencana Wati, menyampaikan optimisme tinggi mengingat prestasi tahun lalu, di mana karya dari Kabupaten Banjar masuk jajaran terbaik di tingkat nasional.

“Tahun lalu kami sudah membuktikan kemampuan, dan tahun ini kami ingin melangkah lebih jauh. Lomba dengan tema ‘Perkembangan Perpustakaan dan Pembangunan Literasi’ ini kami buka untuk pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum,” jelasnya.

Dalam pembekalan yang berlangsung sehari itu, peserta dibekali materi lengkap mulai dari penyusunan naskah, teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga strategi bercerita kreatif dan promosi di media sosial.

Materi disampaikan oleh Nabila Shofa dari Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, serta AIPTU Heri Sevi Anton dari Polres Banjar yang memaparkan cara membangun merek pribadi dan konten yang berdampak.

Kasi Pembinaan Dispersip Banjar, Salhah, menegaskan bahwa materi dibagi menjadi tiga fokus utama: teknis pembuatan video, standar kualitas karya, dan cara mempromosikan pesan literasi secara luas.

“Kami ingin peserta paham, konten literasi tidak harus membosankan. Melalui pembekalan ini, mereka dilatih menjadi pembuat konten yang cerdas dan kreatif,” katanya.

Peserta memiliki waktu satu bulan untuk menyelesaikan karya mereka. Selanjutnya, dewan juri akan menyeleksi dan memilih 10 karya terbaik yang berhak mendapatkan uang pembinaan.

Karya-karya terbaik tersebut akan dikirimkan ke Perpustakaan Nasional di Jakarta sebagai perwakilan Kabupaten Banjar.

Nama-nama pemenang akan diumumkan secara resmi pada akhir Juni 2026 mendatang.

Kegiatan ini merupakan upaya nyata Dispersip Banjar mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan dan literasi, menjadikannya relevan, menarik, dan selaras dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.***