suara banua news- BATOLA, Petani disejumlah desa di Kecamatan Mandastana Kabupaten Batola diperkirakan gagal bercocok tanam, menyusul masih tingginya debit air di wilayah tersebut.
MENURUT Ida petani di Desa Tatah Alayung, bahwa ketinggian air yang merendam sawahnya mencapai pinggang orang dewasa.
![]()
Akibat ketinggian air seperti itu, dirinya tidak bisa bercocok tanam di sawah, hanya memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam seadanya.
Hal serupa juga disampaikan Herman, warga Desa Antasan Segera, bahwa para petani tidak bisa menggarap sawahnya karena tingginya debit air yang merendam areal persawahan miliknya.
” Dengan kondisi ini, kami sangat berharap adanya bantuan bibit unggul dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, jika air sudah mulai surut,” katanya.
![]()
Dan untuk meningkatkan perekonomian, dia juga berharap nantinya ada bantuan bibit sayuran seperti tomat, terong, cabai dan lainnya, harapnya.
Kepala Desa Tatah Alayung Bustani, membenarkan kondisi air yang merendam persawahan milik warga.
” Tahun ini di Desa Tatah Alayung terjadi 2 kali banjir, yaitu dari awal bulan Januari kemaren hingga sekarang,” jelasnya.
” Selain itu, saat ini ada sebanyak 25 unit rumah warga terendam air, menyusul tingginya debit air hingga memasuki rumah warga,” ujar Bustani, Rabu (30/03/2022).
Selain Desa Tatah Alayung, air juga merendam areal persawahan sejumlah desa lainnya,
Desa Antasan Segera, Desa Pantai Hambawang dan Desa Tanipah serta Desa Bangkit Baru.***
iberahim sbn
![]()


















