sbn – MARTAPURA, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menyehatkan siswa di Martapura, Kabupaten Banjar, justru berujung petaka.
RATUSAN pelajar harus dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan massal setelah mengonsumsi menu MBG yang dipasok dari SPPG Tungkaran, Rabu (9/10/2025) lalu.
Hasil investigasi laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengungkap fakta mengejutkan.
Air yang digunakan untuk memasak di dapur SPPG Tungkaran mengandung 265 koloni bakteri E-Coli, jauh melebihi ambang batas normal.
Tak hanya air, uji laboratorium terhadap nasi kuning, ayam suwir, tempe goreng, dan melon menunjukkan kandungan mikroba di atas standar aman konsumsi.
Dinas Kesehatan menduga kuat terjadi kontaminasi serius dalam proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah di Martapura.
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, membenarkan hasil uji laboratorium forensik telah keluar saat meninjau dapur MBG di SMP Negeri 5 Banjarbaru.
![]()
Pihaknya masih menunggu pernyataan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat temuan tersebut.
“Hasil lab sudah ada, tapi nanti yang menjelaskan secara detail adalah pihak BGN,” tegas Irjen Pol Rosyanto.
Sebelumnya, ratusan siswa dari delapan sekolah di Martapura mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG dari SPPG Tungkaran.
Masyarakat kini menuntut tindakan tegas dari pemerintah dan aparat hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini.***


















