SUARA BANUA NEWS- Banjarmasin, Pelantikan 55 anggota dewan provinsi Kalimantan Selatan periode 2019-2024 ternyata “dikepung” aksi unjuk rasa oleh sejumlah ormas, OKP dan LSM, Senin (9/9/2019).
ALIANSYAH salah satu koordinator aksi kembali mengingatkan anggotan terpilih, untuk amanah dengan menepati janji janji yang ‘ dihembuskan’ kepada rakyat saat kampanye lalu.
![]()
Yang kedua pihaknya meminta tidak lagi terulang kasus perjalanan fiktif, sebagaimana yang terjadi sebelumnya.
” Kasus semacam ini sangat memprihatinkan. Ini sangat tidak menguntung terhadap rakyat yang menghantarkannya sebagai anggota dewan yang terhormat,” kata Alianayah.
“Perjalanan dinas dewan ada yang sampai 3 kali dalam seminggi,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Selatan sangat tidak menginginkan anggota dewan itu kerjanya ‘menghamburkan’ uang rakyat dengan alasan kunjungan keluar daerah?
” Intinya, anggota dewan yang baru ini beda dengan anggota dewan sebelumnya. Saat mereka duduk, mereka sudah paham dan mengerti segala persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegas Aliansyah.
![]()
Rakyat itu sangat mengharapkan para wakil rakyat yang terhormat bisa sesering mungkin berdialog dengan mereka, dengan cara menemui langsung ketengah masyarakat.
” Kurangi lah perjananan keluar daerah yang tidak ada manfaatnya bagi rakyat. Dengar aspirasi mereka dibawah. Itu aksi nyata dalam memperjuangkan hak hak rakyat,” tandasnya.***
Raihan sbn

















