![]()
suara banua news – BANJARMASIN, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan Rusdiansyah, mengakui keberadaan Fasilitas Keselamatan (Faskes) dibeberapa ruas jalan provinsi di Kalimantan Selatan masih belum optimal.
FASILITAS Keselamatan itu seperti Lampu Penerangan di daerah rawan kecelakaan, median jalan, rambu rambu lalu lintas, lampu/trafic light tanda peringatan dan lain lainnya.
” Kendati ditengah recofusing anggaran, kami tetap berupaya meningkatkan target kinerja kami sesuai dengan RPJMD yang sudah disusun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” terangnya.
Rusdiansyah juga mengungkapkan meskipun persentase kenaikan kerja pinanya khususnya untuk pemenuhan Faskes belum signifikan, namun selama tiap tahun ada peningkatan. Hal tersebut sudah cukup membanggakan pihaknys.
” Dengan anggaran yang terbatas kami bisa meningkatkan kinerja. Itu sudah suatu usaha yang patut di apresiasi, ” tambahnya.
Hingga saat ini sebutnya lagi, masih banyak Faskes yang belum tersedia di ribut titik jalan rawan kecelakaan yang ada di Kalsel dan butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa mengakomodirnya ditengah keterbatasan anggaran yang ada.
” Keberadaan Faskes ini sangat penting, demi keselamatan masyarakat Kalsel selaku pengguna jalan dan hal ini harus dipahami dan disadari oleh semua pihak,” lanjutnya.
Berdasarkan Data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, jumlah lakalantas tahun 2019 ada sebanyak 806 kejadian dengan korban meninggal 383 orang, luka berat 118 orang serta luka ringan sebanyak 791 orang dan kerugian materil sekitar Rp 2, 8 miliar.
Hingga Agustus 2020 jumlah laka lantas ada sebanyak 391 kejadian , meninggal 181 orang, luka berat 66 orang, serta luka ringan 373 orang dan kerugian material sekitar Rp 1 miliar.***
budi setiawan sbn

















