suara banua news.- BANJAR, Warga Simpang Warga Dalam Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar berencana akan membuat embung atau kanal penampungan air bersih yang nantinya bisa dijadikan sumber suplay air bersih ke desa mereka dan 5 desa lainnya yang berdekatan dengan mereka.
WACANA tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPDes) Simpang Warga Dalam Abul saat ditemui di kediamannya senin (24/1/2022).
![]()
Abul yang juga menjadi ketua kelompok nelayan di desanya tersebut menjelaskan wacana tersebut terbesit dikarenakan bahwa sudah bertahun tahun warga di desanya tidak mendapatkan pelayanan air bersih secara maksimal.
Dalam seminggu seringkali warga hanya menerima pelayanan air bersih dari PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) sekitar 3 hari, dan yang paling parah bahkan suplay air bersih ke desa mereka mati total.
” Dalam satu minggu biasa air bersih masuk selama 3 hari itupun tidak menentu harinya, ditambah sulitnya akses jalan desa mereka untuk dimasuki mobil tangki air minum,” terangnya.
Abul kembali membeberkan, karena air bersih yang mereka dapat tidak mudah, maka penggunaan air bersih hanya untuk konsumsi makan dan minum sementara untuk mandi, cuci dan kakus mereka lebih banyak memanfaatkan pasang surut air sungai diwilayah mereka.
Maka dari itu, apabila wacana pembangunan Embung tersebut terlaksana, maka diyakini manfaatnya akan sangat dirasakan warganya serta 12 desa lainnya di kecamatan Aluh Aluh yang mengalami problematika yang kurang lebih sama.
” Embung ini nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) yang mana hasilnya nanti akan dikelola oleh desa dan diperuntukkan untuk kepentingan hidup warga desa pula ” tutupnya.
Menanggapi terkait keluhan warga tersebut PT Air Minum Intan Banjar ( Perseroda ) melalui Humasnya Ermina membenarkan hal tersebut. Diakuinya bahwa pelayanan ataupun pendiatribusian diwilayah tersebut masih belum maksimal.
![]()
Hal ini dikarenakan Booster Pump Tambak Sirang hanya dapat menerima suplay air curah dari IPAM Gub Syakawi Gambut kurang lebih 50 Liter/detik dan penyebabnya adalah kemampuan kapasitas pipa tranmisi distribusi yg diameter kecil dan akses jalan penempatan pipa yang rumit, serta keterbatasan dana, padahal itu sudah termuat dalam rencana pengembangan sejak tahun 2016 yang mana untuk melayani pelayanan Gambut, Tatah Makmur, Aluh Aluh dan Beruntung Baru.
Dengan kondisi cakupan yang luas dan hanya mengandalkan fasilitas yang masih terbatas inilah yang mengakibatkan pelayanan air bersih di sejumlah wilayah marginal atau pinggiran seperti Kecamatan Aluh Aluh tersendat.
” Meskipun saat ini pelayanan suplay air bersih ke wilayah tersebut masih belum maksimal, namun kami tetap akan terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanan kami kedepannya,” terangnya.
Ermina kembali menerangkan bahwa jika seandainya Boster Pump Tambak Sirang disuplay 100 liter/detik, maka permasalahan permasalahan pelayanan di 4 kecamatan tersebut akan lebih bisa teratasi.
Namun begitu karena PT Air Minum Intan Banjar sifatnya adalah operator, maka dalam hal ini perlu komitment dan dukungan dari pemerintah Kabupaten Banjar serta DPRD dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan dengan cara suplay penyertaan modal demi pengembangan usahanya.
” Kami selaku operator selalu siap memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan kami asalkan para pemangku kebijakan juga mau berkomitmen mendukung kami dalam mewujudkan hal tersebut ” imbuhnya lagi.
Untuk diketahui Berdasarkan data dari Kantor Bantu Cabang 2 PT Air Minum Intan Banjar ( Perseroda ) bahwa saat ini pelayanan mereka sudah mencakup 29.000 ribu pelanggan dan 10.000 diantaranya adalah pelanggan di 3 kecamatan tersebut, dan sungguh akan sangat ironis apabila PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) tidak mampu mempertahankannya.***
budi sbn


















