sbn-MARTAPURA, Kondisi memprihatinkan SDN Jawa Laut 1 yang berada tepat di pusat Kota Martapura memicu reaksi keras Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar. Ketua Komisi IV, Hj. Anna Rusiana, bersama anggotanya turun langsung meninjau lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, terungkap fakta bahwa lantai sekolah yang terbuat dari kayu sudah lapuk dan ambles di beberapa titik, bahkan sempat menyebabkan insiden yang membahayakan guru dan murid.
Anna menegaskan kondisi ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi dan harus dilakukan pembangunan total, bukan sekadar tambal sulam.
“Ini ironi besar, lokasinya di pusat kota dekat kantor pemerintahan tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Bagaimana dengan sekolah di pelosok? Ini harus jadi prioritas utama,” kata Anna di lokasi.
Menurutnya, bangunan sekolah peninggalan era Inpres ini sudah melewati masa teknis penggunaannya.
Oleh karena itu, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk meminta data riil sekolah rusak guna menentukan skala prioritas anggaran.
Meskipun usulan perbaikan saat ini masuk dalam rencana tahun 2027, DPRD berjanji akan mengawal agar proyek ini bisa diakselerasi dan direalisasikan melalui anggaran tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Sekolah Andrianci MH mengaku sangat berharap perbaikan segera terealisasi agar siswa dan guru bisa belajar dengan aman.
Dia menambahkan, minimnya jumlah siswa yang saat ini hanya 40 orang diduga karena kondisi bangunan yang tidak layak huni.
Di sisi lain, Kepala Bidang Sarpras Dinas Pendidikan, Mahriansyah, membenarkan kerusakan struktur tersebut diperparah oleh banjir yang terjadi awal tahun ini.
Pihaknya sudah mengajukan usulan perbaikan melalui tiga jalur, namun masih menunggu persetujuan.
![]()
Untuk revitalisasi total, dibutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 hingga Rp2,7 miliar.
Selain itu, Mahriansyah menyebutkan lebih dari 100 sekolah di 10 kecamatan di Banjar juga terdampak banjir dengan kerusakan beragam, dan SDN Jawa Laut 1 masuk dalam kategori yang butuh penanganan serius.***


















