sbn- HANDIL BAKTI, Penanganan banjir melalui program normalisasi sungai di Kabupaten Barito Kuala (Batola) menjadi sorotan setelah perwakilan warga mengemukakan kekhawatiran terkait arah kebijakan yang direncanakan.

DALAM diskusi bersama pemerintah daerah yang digelar di Kelurahan Handil Bakti, warga menekankan pentingnya perencanaan matang agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.


Perwakilan masyarakat, Murjani menjelaskan, bahwa banjir yang kerap melanda wilayahnya saat ini paling parah di Kecamatan Jejangkit dan Mandastana.

Menurutnya, solusi yang paling efektif adalah melakukan normalisasi pada muara Sungai Jejangkit yang menghubungkan kawasan Ray 7, Desa Terantang, hingga Sungai Barito.

“Kalau fokus pada muara Sungai Jejangkit, keberhasilan penanganan banjir bisa mencapai 50 persen. Namun jika arah kebijakan salah, justru akan mengorbankan warga dan menimbulkan masalah baru,” jelas Murjani.

Dia menilai rencana normalisasi sungai di sepanjang Jalan Trans Kalimantan menuju Jembatan Barito kurang tepat karena jarak aliran air terlalu jauh dan sungainya relatif sempit.

Sebaliknya, daerah Terantang dan Danda Jaya memiliki kapasitas sungai yang lebih besar dan dalam, sehingga lebih cocok untuk dilakukan pengerukan.

Selain itu, Murjani juga menyampaikan bahwa wilayah Alalak yang memiliki banyak sungai tetap mengalami banjir akibat berkurangnya daerah resapan air.

Dia menyarankan agar aliran air diarahkan melalui Sungai Tatah Masjid menuju Sungai Alalak sebagai alternatif yang lebih aman.

“Kawasan Semangat Dalam dan Griya Permata berisiko terdampak langsung jika kebijakan tidak dikaji secara menyeluruh, berbeda dengan lokasi yang saat ini direncanakan yang tidak memiliki permukiman padat penduduk,” sambungnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Barito Kuala, M. Sya’rawi, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa semua masukan dari masyarakat akan disampaikan kepada Bupati Barito Kuala.

“Kita pastikan bahwa normalisasi sungai yang dilakukan tidak hanya efektif menangani banjir, tetapi juga tidak merugikan pihak mana pun,” tandasnya.***
ahim sbn