sbn-BATOLA, Kematian massal ikan di keramba jaring apung Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola), membuat 17 kelompok pembudidaya dan dua petani mandiri merugi besar.

SEBANYAK 77.240 ton ikan siap panen dilaporkan mati mendadak sejak Jumat (23/1) lalu.


Kepala DKPP Batola Suwartono Susanto menyampaikan, kejadian pertama muncul di Kecamatan Marabahan sebelum meluas ke Bakumpai pada Minggu (25/1/2026).

“Ikan yang mati sebagian besar adalah nila siap panen dengan berat 2-3 ons per ekor. Ditambah benih yang terdampak, total kerugian mencapai sekitar Rp2,7 miliar,” jelasnya.

Pihak dinas telah menganjurkan pemasangan aerator dan berkoordinasi dengan instansi provinsi serta pusat untuk menangani masalah ini.

Suryadi dari HNSI Batola mengaku kondisi ini sangat memukul.

“Banyak di antara kita yang baru gagal panen padi, sekarang ikan yang jadi harapan untuk bulan puasa juga hilang. Kejadian serupa pernah ada, tapi kali ini jauh lebih cepat,” ungkapnya.

Beberapa jenis ikan seperti patin dan lele masih lebih tahan, meskipun menunjukkan gejala kesulitan bernapas. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, dengan dugaan utama pencemaran air Sungai Barito.***
ahim sbn