![]()
suara banua news – MARTAPURA, Tim Posko Terpadu Penanganan Banjir Kabupaten Banjar menngelar Konferensi Pers, terkait data dan penanganan banjir, Sabtu (23/01/2021) di Command Center Barokah Martapura
KONFERENSI Pers yang diikuti Jurnalis Banjar secara virtual ini digelar dalam upaya mensinkronkan data dan penanganan banjir, menyusul telah yerbentuknya Posko Terpadu Pengendalian Banjir di Kabupaten Banjar.
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Pemkab Banjar, H. Mokhammad Hilman menjelaskan, Posko Terpadu Penanganan Banjir Kabupaten Banjar ini akan rutin menggelar konfrensi pers, terkait informasi perkembangan terbaru penanganan banjir di Kabupaten Banjar.
” Informasi dari konferensi pers tersebut, teman teman media dapat menyebarluaskan informasi terbaru soal penanganan banjir di Kabupaten Banjar,. Jika ada hal yang ingin diklarifikasi bisa menghubungi Posko Terpadu,” kata H. Mokhammad Hilman.
![]()
Sementara itu Dandim 1006 Martapura, selaku Komandan Posko Terpadu Penanganan Banjir mengatakan, dari hasil rapat bersama dengan pihak BPBD Kabupaten Banjar telah dibentuk pula kesekretariatan Posko Terpadu dengan susunan, Dandim 1006 sebagai Komandan Posko Terpadu, Kapolres Banjar sebagai Wakil Komandan Posko Terpadu dan Kalak BPBD Kabupaten Banjar sebagai Sekretaris Posko Terpadu dibantu Sekretaris BPDB dan Kepala Bagian Organisasi Setda Pemkab Banjar.
” Kepada pihak kecamatan juga agar selalu membuat data soal jumlah warga yang terdampak banjir. Demikian juga di pos pos pengungsian agar membuat data serupa yang nantinya akan dijadikan acuan Posko Terpadu,” jelas Dandim Siswo Budiarto.
Komandan Distrik Militer 1006 Martapura ini juga menyampaikan soal perkembangan pembangunan jembatan di kilometer 55 sudah selesai dikerjakan. Namun karena pada malam harinya hujan kembali mengguyur di kawasan tersebut, namun oleh Balai Besar Jalan Nasional Kementerian PU kondisi tersebut dinilai membahayakan untuk dilintasi kendaraan roda empat, sehingga hanya kendaraan roda dua dibolehkan melintas, sambil dibuat jembatan darurat hingga pembuatan jembatan utama normal kembali.
Dia juga meluruskan soal infomasi tentang korban banjir di Desa Pematang Baru Kecamatan Martapura Timur, yang mengatakan korban banjir di pengungisan kelaparan?
Melalui Babinsa setempat, sudah dilakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud, dan hal tersebut tidak benar.
“Bantuan sudah masuk di Desa Pematang dalam beberapa hari ini dan diterima oleh korban banjir di sana. Jadi sekali lag ditekankan bahwa informasi tentang korban banjir yang kelaparan, tidaklah benar,” tandasnya
![]()
Berdasarkan data Bappedalitbang Pemkab Banjar, tercatat ada 207 desa terdampak banjir dengan kondisi tinggi, 60.654 KK terdampak, 167 sekolah rusak, 13 kantor terendam dan rusak, 13 Jembatan rusak, 10 milik Pemkab Banjar dan 3 milik Pemprov Kalsel, 888,52 kilometer jalan rusak, 10 fasilitas kesehatan rusak, 19 rumah hilang, 1455 rumah rusak.
” Untuk kondisi data kerusakan antara rusak ringan dan parah, belum diklasifikasikan,” terangnya Kepala Bappedalitbang Galuh Tantri Narindara.
Ditambahkan Eddy Elminsyah Jaya selaku moderator, bahwa pembentukan Posko Terpadu bisa lebih efisien dalam penyampaian informasi terkait data banjir Kabupaten Banjar, dan menjadi acuan jurnalis dalam menyampaikan info banjir ke masyarakat.***
suara banua news
mc kominfo banjar


















