suara banua news -MARTAPURA, Rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa di wilayah Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar tidak bisa direalisasikan dalam waktu cepat. Alasannya, pemerintah tidak akan membangun proyek bendungan baru di tahun 2023-2024.
DEMIKIAN yang dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, saat membuka Indonesia Water Forum 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu, 5 Oktober 2022.
Dikatakannya, pada tahun itu pemerintah akan fokus untuk menyelesaikan target pembangunan 61 bendungan hingga 2022 ini serta memaksimalkan pemanfaatannya guna mendukung penyediaan air minum
Tercatat ada 29 bendungan yang sudah rampung dan 32 bendungan yang masih dalam proyek pembangunan.
Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly mengungkapkan, bahwa proses di tingkat pemerintah daerah tetap berjalan.
” Tahun ini proses alih fungsi kawasan hutan sekitar 700 hektar akan berjalan”
” Proses selanjutnya pembebasan lahan milik warga,” jelasnya, Selasa 10 Oktober 2022.
Disini, tambahnya, kewenangan pemerintah daerah sampai dengan pembebasan lahan. Sedangkan proses pembangunannya kewenangan pemerintah pusat.
Untuk lokasi pembangunan Bendungan Riam Kiwa sendiri di tetapkan di kawasan Desa Angkipih dan Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan.
Total luas lahan disiapkan 771,51 hektare. Dari total luas tersebut, 753,85 hektare termasuk kawasan hutan, 5,81 hekatre berada di area penggunaan lain, dan 11,85 hektare merupakan berstatus hutan produksi terbatas.***


















