suara banua news – MARTAPURA, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar tetap berkomitmen melakukan pemeliharaan dan peningkatan sejumlah ruas, kendati mendapatkan pemotongan anggaran karena pandemi.

SELAIN ITU, Dinas PUPR Kabupaten Banjar juga sudah melakukan langkah antisipasi lain seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem saluran drainase.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar Ahmad Solhan mengemukakan, kerusakan ruas jalan kabupaten pada umumnya akibat beban angkutan dan terendam banjir.


” Air adalah salah satu faktor yang sangat berpotensi besar penyebab kerusakan. Apalagi saat ini masuk musim penghujan. Curah hujan yang tinggi membuat kondisi jalan yang sudah rusak semakin rusak ,” jelasnya Solhan.

Sejak terjadi pandemi awal tahun 2020 lalu, anggaran Dinas PUPR terus merosot atau terjadi pemangkasan dan dialihkan untuk penanganan Covid-19, padahal pada tahun anggaran 2018 lalu, total anggaran untuk program rehabilitasi atau pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp 38 miliar lebih ditambah dengan anggaran Rp 1,5 miliar rupiah lebih untuk program tanggap darurat jalan dan jembatan.

” Meskipun anggaran kerja kami masih mengalami pemangkasan, namun kami tetap berkomitmen menjalankan tugas dan fungsi kami dengan baik dan benar,” kata Solhan, Jumat (25/9/2021).

Untuk saat ini pihaknya sebut Sulhan, sudah mulai mendata ruas jalan kabupaten mana saja yang berpotensi mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh Banjir dan sebagainya di tahun ini.

” Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan inspeksi lapangan terkait jalan jalan mana saja yang biasa menjadi langganan banjir, seperti wilayah pesisir sungai ataupun wilayah perbatasan daerah, ” imbuhnya.***
budi s sbn